Do’a merpakan suatu
ibadah yang pasti dilakukan oleh semua orang yang beriman untuk memenuhi
hajadnya. Bahkan Allah melarang dan mencela orang yang meninggalkan do’a karena
orang seperti itu dapat dikategorikan sebagai orang yang sombong, “Barangsiapa
yang tidak meminta kepada Allah, Allah marah kepadanya” (HR. Tirmidzi).
Allah berjanji akan
mengabulkan do’a hambanya yang bener-benar berdua dengan penuh keimanan dan
dalam ketaqwaan, “Dan Tuhan kalian berkata, “berdo’alah kepadaKu, niscaya akan
ku kabulkan” (QS. AL-Mu’min ayat 60). “Aku menjawab do’a seseorang yang berdoa,
manakala ia berdo’a (QS. Al-baqorah ayat 186).
Meskipun Allah telah
berjanji akan mengabulkan do’a setiap hambaNya, namun ada beberapa orang yang
mendapatkan jaminan lebih akan terkabulnya do’a yang dipanjatkannya,
Diantaranya
- Orang yang berpuasa
- Pemimpin yang Adil.
- Orang yang teraniaya atau dianiaya.
“Ada tiga orang yang sekali-kali tidak akan ditolak do’anya oleh Allah.
Pertama, orang yang sedang berpuasa. Kedua, Kepala negara yang adil. Ketiga,
orang yang teraniaya”. (HR. Tirmidzi).
- Do’a orang tua kepada anaknya
“tiga buah do’a insyaAllah kemustajabannya tidak dapat diragukan yaitu do’a
orang yang teraniyaya, do’a ibu bapak kepada anaknya dan do’a orang yang sedang
dalam perjalanan (musafir)” (HR. Ahmad)
- Anak yang Berbakti kepada kedua orang tuanya.
- Orang yang sedang mengalami kesulitan
Maksudnya adalah orang yang sedang ditimpa kemalangan, atau musibah seperti
terkena bencana alam atau musibah yang besar lainnya, selama dia bersabar dan
bertawakal lalu berdo’a dengan penuh keimana dan ketaqwaan, insyaAllah akan
dikabulkan.
- Do’a seorang muslim untuk saudaranya
“Do’a seorang muslim untuk saudaranya untuk kebaikan, keselamatan
saudaranya yang muslim yang sedang berada jauh darinya, maka do’a tersebut
diperkenankan Allah (HR.Muslim, Al-adkar:176). Dalam hadist lain, “Do’a
seseorang untuk kebaikan, keselamatan saudaranya muslim, maka malaikat ikut
engatakan aamiin, memohonkan semoga do’a itu diperkenankan dan untuk engkau
yang sepertinya.” (HR. Muslim).
- Do’a setiap umat muslim selama doa yang dipanjatkannya tidak
mengandung kedzoliman dan permusuhan.
“tidak ada seorang muslim di muka bumi ini yang berdo’a memohonkan sesuatu
kepada Allah melainkan Allah mengabulkannya sebagaimana yang dimohonkannya dan
atau Allah menghindarkannya dari suatu kecelakaan, selama ia tidak mendoakan
sesuatu yang mengandung dosa atau memutuskan silaturahmi (HR. Tirmidzi).
- Do’a orang sholeh
- Do’a orang yang bertaubat
“Mohonlah olehmu kepada Tuhanmu ampunan dari segala dosa, kemudia
bertaubatlah kepadaNya; Dia akanmemberikan kepadamu kenikmatan-kenikmatan yang
cukup baik dan memuaskanhingga batas waktu yang telah ditentukan dan Dia akan
memberikan kemuliaan kepada tiap orang menurut kadarnya masing-masing.
Demikian, semoga bermanfaat dan semoga kita termasuk orang-orang yang
mustajab do’anya. Aamiin, aamiin, aamiin, yaa rabbal’alamin. Jangan lupa
share/bagikan artikel ini ya! Terima kasih sebelumnya..
Custom Search
BAGIKAN/SHARE:
