Sebagai orang beriman,
kita diperintahkan untuk memanjatkan do’a kepada Allah, Dzat yang maha Kuasa
atas segala sesuatu. “Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah maka Allah
marah kepadanya” (HR. Tirmidzi). “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu
tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku menjawab doa seseorang yang berdo’a
manakala ia berdo’a” (QS. Al-Baqoroh: 186). Meskipun Allah senantiasa mendengar
dan melihat hambaNya, namun Allah juga menjanjikan kepada hambaNya yang
memanfaatkan waktu-waktu tertentu untuk memanjatkan do’a maka akan dikabulkan. Menurut
Imam Syaukani di dalam kitabnya “Tuh-Fatudzakirin”, ada waktu-waktu yag baik
untuk berdo’a agar terkabul yang berdasarkan dalil-dalil di dalam al-quran
maupun hadist. Waktu-waktu yang tepat untuk berdo’a tersebut diantaranya:
- Berdo’a ketika malam Lailatul Qodar
Aisyah berkata, “Aku bertanya kepada rasullullah, Apa yang sebaiknya aku
ucapkan jika aku menemukan lailatul qodar? Nabi Bersabda “Berdoalah, Yaa Allah
sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat Pemaaf, maka ampunilah
aku” (HR. Tirmidzi no 3513).
- Ketika hari arofah, khususnya ketika melaksanakan wukuf di arofah.
“do’a terbaik adalah do’a ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi).
- Ketika bulan Ramadhan
- Ketika berbuka Puasa
“Ada tiga do’a yang tidak tertolak, Doanya orang yang berpuasa ketika
berbuka...” (HR. Tirmidzi no. 2528).
- Ketika Malam Jum’at
- Ketika hari jum’at
“Rasulullah menyebutkan tentang hari jum’at lalu beliau bersabda ‘di
dalamnya terdapat waktu dimana jika sesorang muslim berdo’a ketika itu, pasti
diberikan apa yang ia minta” (HR. Bukhori 935).
- Pada saat shalat jum’at, yaitu saat imam sedang duduk sampai
seelesainya sholat (yang lebih dekat lagi yaitu saat dibacanya fatihah
sampai bacaan aamiin).
- Pada tengah malam, separoh malam, sepertiga malam, atau sepertiga
malam terakhir dan waktu sahur.
“Ketika waktu sahur0 akhir-akhir malam) mereka berdo’a mohon ampunan” (QS.
Adz Dzariyat:18). “...Pada sepertiga
malam terakhir pada setiap malamnya, Allah berfirman: “orang yang berdo’a
kepadaKu akan Ku kabulkan.. 9HR. Bukhori n0. 1145, Muslim no. 758).
- Pada saat adzan (pada saat antara seruan hayya alash shalah dan hayya
alal falah.
“Do’a tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan
tertolaknya yaitu ketika adzan berkumandang...” (HR. Abu Daud 2540)
- Antara adzan dan iqomah.
“Do’a di antara adzan dan iqomah tidak tertolak 9HR. Tirmidzi, 212).
- Pada saat iqomah untuk sholat.
- Ketika di dalam barisan tatkala berperang fisabilillah.
- Sehabis sholat fardu, ketika sebelum salam
“ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan do’a kita didengar oleh Allah?
Beliau bersabda: “Diakhir malam dan di akhir shalat wajib “ (HR. Tirmidzi no
3499).
- Pada saat sedang sujud.
“seorang hamba berada paling dekat dengan Rabbnya ialah ketika ia sedang
bersujud, maka perbanyaklah berdo’a ketika itu” (HR. Muslim no. 482).
- Ketika selesai membaca Al-quran.
- Pada saat imam membaca.
- Pada saat minum air zam-zam.
- Pada saat mendengar ayam berkokok.
- Pada saat umat muslim sedang berkumpul.
- Ketika berkumpul untuk berdzikir.
- Pada saat memejamkan mata jenazah (menurut riwayat imam Abu Dawud,
Nasai dan Tirmidzi)
- Pada saat Turun Hujan.
- Pada saat matahari condong (lingsir) pada hari rabu 9menurut
keterangan imam Baihaqi di dalam syu’bul Iman).
Demikian uraian singkat tentang Waktu-waktu yang mustajab untuk berdo’a.
Semoga kita senantiasa dapat memanfaatkan waktu yang istimewa tersebut. Cukup sekian,
bila ada baiknya, semua dari Allah dan bila ada kurang atau salahnya itu
semata-mata karena keterbatasan penulis sebagai manusia biasa. Terima kasih
atas perhatiannya, Wssalamu’alaikum J


